Kebersamaan adalah salah satu kata yang mempunyai makna serta arti yang
sangat indah,
siapapun orangnya bila mendengar kata “ kebersamaan” pasti
tersentuh hatinya, pasti ingin merasakan arti sebuah “ kebersamaan”. Kenapa
kebersamaan itu begitu bermakna, karena dengan kebersamaan apapun yang kita
dambakan jelas akan terwujud. Sebuah Keluarga yang berjalan diatas kebersamaan
insya Allah akan mencapai apa yang di cita-citakan, Negara yang didirikan dan
dibangun atas dasar kebersamaan pasti akan tercapai apa yang menjadi tujuannya,
jelas dengan adanya sebuah kebersamaan semua yang didambakan oleh manusia akan
tercapai, yakinlah tidak ada satupun manusia didunia akan berhasil mencapai
tujuannya tanpa adanya kebersamaan.
Apapun yang menjadi dasar dari kebersamaan itu baik dilaksanakan secara ikhlas
maupun terpaksa, atau dengan tujuan yang bermanfaat. Sebagai contoh seorang
pemimpin dalam sebuah kelompok tanpa didukung oleh anggotanya, takkan berhasil
memimpin kelompok tersebut, sebuah team olah raga takkan pernah menang tanpa
adanya kekompakan bahkan sekelompok orang yang ingin berbuat jahat tidak akan
pernah berhasil mencapai tujuan jahatnya bila tanpa adanya kebersamaan. ‘ Jadi
dumupa jhon menegaskan membayangkan apalah artinya hidup ini tanpa adanya
kebersamaan terutama DAPUWA. Kebersamaan itu adalah sebuah keindahan,
kebersamaan itu adalah sebuah kekuatan, kebersamaan itu jalan menuju
keberhasilan , kebersamaan itu ……. Marilah kita Bangun INIYA MAKI sebuah kebersamaan …. Disitu akan kita temukan
makna hidup… kebersamaan adalah sebuah kekayaan yang tak akan habis ditelan
zaman .. disitu akan kita temukan kekayaan, Hikmah dan keberhasilan…amin…UGATAME
INIUWA ENAIMO..
PENDAPAT SAYA
MEMAHAMI ARTI KEBERSAMAAN
Asal kata
kebersamaan adalah ‘sama, bersama’. Sama artinya seragam, sedangkan ‘bersama’
berarti ‘tidak sendiri’. Kebersamaan yang dimaksudkan disini adalah
melaksanakan suatu kegiatan atau aktivitas secara bersama (lebih dari satu
orang), misalnya : beribadah bersama, bernyanyi bersama, berjalan bersama, menonton
bersama, dan lain-lain.
Beberapa alasan
mengapa orang ingin melakukan sesuatu secara bersama yakni, (1) berkumpulnya
beragam ide, (2) dalam suasana yang baik umumnya memiliki kecenderungan saling
mendukung satu dengan yang lain, (3) beberapa hal menjadi ringan dalam
kebersamaan, (4) memiliki daya dorong yang kuat dalam beberapa hal, dll.
Kebersamaan yang
baik adalah kebersamaan yang terbentuk karena ‘kebutuhan’) bukan dipaksakan.
Kebersamaan yang terbentuk karena kebutuhan biasanya lebih mudah mencapai
tujuan dibanding bila kebersamaan terbentuk karena dipaksakan, atau memiliki
hambatan yang cukup besar dalam upaya pencapaian tujuan.
Kebersamaan yang
baik bercirikan Menurt MABIPAI DUMUPA,
(1) ada tenggang
rasa,
(2) ada kekompakan,
(3) ada
kepentingan bersama,
(4) dan umumnya sang pemimpin mengerti betul
yang dipimpinnya.
Hal-hal kritis
yang sering terdapat dalam kebersamaan biasanya,
(1) mengorbankan kepentingan pribadi dan
mengedepankan kepentingan bersama,
(2) selalu mengarah pada kemajuan bersama
bukan sebaliknya,
(3) adanya arah
yang jelas kemana kebersamaan akan dibawa,
(4) dibutuhkan
proses untuk lebih memahami kebersamaan, itu berarti diperlukan sejumlah waktu.
Ada bahaya
mengintip yang dapat merusak kebersamaan yaitu,
(1) ingin menang sendiri,
(2) selalu
berpikiran negatif terhadap sesama anggota dalam kebersamaan,
(3) tidak tepat waktu,
(4) mudah
mengobral janji tanpa komitmen yang jelas,
(5) komersialisasi kebersamaan,
(6) saling menyalahkan,
(7) saling tuding,
(8) pamer kekuatan,
(9) ajang untuk mengembangkan issue yang
negatif (issue positif silahkan saja), dan
(10) kebersamaan kadangkala membuahkan
‘motivasi’ sesaat, begitu kebersamaan berubah menjadi kesendirian, motivasi
akan turun lagi.
HAL MENARIK DALAM
KEBERSAMAAN
Umumnya, yang
membuat orang senang dalam kebersamaan adalah :
(1) bertemu teman,
(2) bertukar pengalaman sehingga menambah
wawasan,
(3) dapat belajar mengerti orang lain,
(4) tidak merasa kesepian,
(5) lebih termotivasi melakukan sesuatu karena
( harus jujur dikatakan) dalam kebersamaan, apa yang kita kerjakan bisa
langsung dinikmati/dinilai oleh orang lain, hal yang mungkin tidak kita dapatkan
bila dilakukan sendiri,
(6) dan lain – lain.
Menyanyi bersama
tentu menarik daripada menyanyi sendirian. Melakukan Penelahan Alkitab secara
bersama pasti lebih menantang ketimbang melakukannya sendiri. Bersekutu dalam
doa dalam suasana kebersamaan sungguh demi Nama ugatame dapat menghangatkan
hati dan perasaan. Mendengarkan penceramah berbicara tentunya akan lebih
menyenangkan bila yang hadir lebih dari satu orang.
MENGAJAK ORANG
LAIN
Ada sebuah cara
yang mungkin ‘tokcer’ dalam upaya membangun kebersamaan yakni dengan tidak ragu
atau merasa sungkan ‘mengajak’ orang lain bergabung dalam kebersamaan.
Seringkali orang tidak tahu ada suatu kebersamaan yang menyenangkan karena
‘tidak diberi tahu’, tidak diajak, atau tidak dibari kebersamaan untuk berpartisipasi.
Berikut ini adalah
sebuah contoh langkah-langkah dalam mengajak orang. Pertama, sapalah orang
dengan ramah. Lalu amati dengan cepat apa kira-kira yang menjadi ‘keinginan’
dan ‘kemampuan’ orang tersebut. Ini dirasa perlu karena, tidak semua orang merasa
‘welcome’ di situasi yang masih baru dan baginya.
Kedua, segera
perkenalkan ‘calon anggota’ tadi kepada sebanyak mungkin orang yang kita kenal.
Konkritnya, bila kita mengenal kira-kira 40 (empat puluh) orang, usahakanlah
‘kawan baru dari,’ tadi mengenal orang jawa,Kalimantan,Sulawesi. Dengan begitu,
kita sudah mensosialisasikan ‘kawan baru’ kita kepada orang banyak.
Ketiga, ajak
segera ‘kawan baru’ kita untuk melihat dari dekat berbagai aktifitas dan
berbagai keilmuan dapat yaooo mari bergandengan tangan atau kegiatan di
‘lingkungan baru’ tersebut.
Keempat, beri
kesempatan pada ‘kawan baru’ kita untuk bertanya sebanyak mungkin apa yang
dilihat dan dirasakan selama merantau di negri orang ‘di lingkungan kampus
maupun di luar kampus’.
Kelima, sekali
waktu, kawan baru berpikir, seolahterlibat/berpartisipasi dalam kegiatan atau
aktifitas yang diperhatikannya (dipelajarinya).
Keenam, secara
tidak membabi buta tanyakan apakah kawan baru kita senang berada dalam
lingkungan baru yang baru dikenalnya. Jawaban yang mungkin didapat dari pertanyaan
tersebut sangat beragam.
Kemungkinan
jawaban yang kita terima adalah :
(1) senang dan mau berpartisipasi, atau
(2) senang tetapi belum mau berpartisipasi
karena berbagai alasan, atau
(3) kurang senang, tetapi ingin mencoba
berpartisipasi, atau
(4) kurang senang, dan tidak mau
berpartisipasi.
BERDOALAH
Yang penting dari
semua. Berdoalah untuk kalau ko tekemu ‘kawan
baru’ kita. Sekalipun sang kawan baru kita belum mau bergabung, tetaplah berdoa
AYIMANA KAPOGEIYEI DAAKO (1 Tesalonika 5
: 17).
Roma 12:12
Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah
dalam doa!
Efesus 6:18 dalam
segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan
berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya
untuk segala orang Kudus,
BELAJAR
DARI ANGSA
Kalau kita tinggal
DAPUWA KITA TINGGAL DAERAH DAPUWA SAJA
HEHEHHEH HUJAN SAJA SENDIRI DATANG DAN WANIYAI BOU SENDIRI DATANG, MAKA DUMUPA
JHON MENEGASKAN MARI MELANGKAH DI NEGRI ORANG DAPUWA TIDAK AKAN HILANG….
APABILA KATA-KATA TIDAK MENGENANGKAN TEMAN-TEMAN DAPUWA SAYA MINTAMAAF....ITU PENDAPT SAYA