SELALU ADA BERKAT
By: Jhon dumupa | merantau bandung | 19 /8 2014, 08:42:03 | Dibaca: 2335 kali

Di
masa krisis, tidak heran kalau ada yang merindukan berkat TUHAN lebih
lagi. Namun seimbangkanlah dengan merenungkan bagaimana kita menyikapi
berkat TUHAN selama ini. Alkisah, Daud kanak-kanak tidak tahan lagi
merasa dibedakan dari saudara-saudaranya karena disuruh menjaga domba,
sementara mereka dipersiapkan bekerja di istana. Sehingga ia memutuskan
meninggalkan rumahnya dan tidak kembali lagi. Setelah beberapa hari
melarikan diri, ia pun menderita lapar, haus, lelah, malam kedinginan,
dan siang kepanasan. Ia jatuh terduduk kehabisan tenaga.
Di tengah penderitaannya, tiba-tiba ia mencium aroma roti segar dari
sebuah rumah. Mengalahkan rasa malunya, ia pun mendekatinya. Si pemilik
rumah menyambutnya dengan belas kasihan, mengajaknya masuk, dan
menghidangkan roti dan susu.
Setelah kenyang, Daud berkata, “Terimakasih bapa. Aku tidak dapat
membalas kebaikan bapa yang seperti malaikat yang diutus TUHAN.” Si
pemilik rumah tersenyum dan menjawab, “Baru kuhidangkan roti dan susu
saja engkau sudah berterimakasih dan menyebutku malaikat. Bukankah di
rumahmu engkau memperoleh roti yang mengenyangkan dan susu yang
memuaskan? Selimut dan tempat tidur yang menghapus kelelahanmu? Jubah
yang menghangatkan di waktu malam dan tempat berteduh yang menyejukkan
di waktu siang? Air bersih yang menyegarkan dan obat yang menyehatkan
tubuhmu?”
Orang itu kemudian merangkulnya, “Selama engkau hanya memikirkan
bagaimana memiliki yang engkau belum punya, itu bisa mengurangi
kebahagiaanmu. Tapi selama engkau memikirkan bagaimana menggunakan apa
yang engkau punya untuk orang lain, itu bisa menambah kebahagiaanmu
bahkan memberikanmu apa yang belum engkau punya.” Saat itulah Daud pun
terbangun dari mimpinya. Ia pun bangkit dan berjalan lagi. Kali ini
menuju rumahnya, bapa-ibunya, domba-dombanya, dengan tekad ingin menjadi
berkat bagi mereka karena berkat TUHAN cukup baginya.
Kemana pun kakiku berjalan, tanah yang aku pijak dapat Kau berikan.Bukan
di mana kita berada tetapi apakah TUHAN menyertai kita, itu yang
menentukan berkat kita. Daud berjalan di padang rumput, tetapi TUHAN
memberikan seluruh Israel kepadanya.
Dan apapun yang aku kerjakan, bila Kau turun tangan dapat menghasilkan.Bukan
jenis pekerjaan, tetapi bagaimana kualitas mengerjakan pekerjaan itu
yang menentukan berkat kita. Daud mengalahkan beruang dan singa karena
ingin menjadi berkat bagi dombanya, ia mengalahkan Goliat karena ingin
menjadi berkat bagi Israel. Hasilnya, ia masuk istana bukan karena
rekomendasi siapapun melainkan diangkat TUHAN sendiri.
Selalu ada berkat, yang telah Kau sediakan. Selama ku percaya pada janjiMu TUHAN.Selalu
ada rezeki bagi orang yang melakukan pekerjaannya dengan motivasi yang
benar. Bukan karena janji manusia atau keadaan, tetapi karena percaya
bahwa pekerjaannya pasti dihargai TUHAN dengan sepantasnya.
Selalu ada berkat, mengikutiku senantiasa. Selama ‘ku bekerja dengan taat dan setia. Bukan
sekadar kerja keras tetapi karakter seseoranglah yang menentukan apakah
ia bisa mempertahankan rezeki yang sudah diterimanya. Kualitas hati
Daud dalam memelihara dombanya mewarnai kualitasnya memelihara
rakyatnya, sehingga TUHAN mempertahankan tahtanya sampai akhir hayatnya.
Daud menginspirasi saya, rahasia terbesar diberkati adalah menjadi
berkat. Semoga keberadaan dan pekerjaan kita menjadi berkat bagi sesama,
sehingga mengalami janji TUHAN, selalu ada berkat dalam kehidupan kita.
Tetap menyembah TUHAN dan salam inspirasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar