Selasa, 26 Agustus 2014

MEMAHAMI ARTI KEBERSAMAAN


  
  Kebersamaan adalah salah satu kata yang mempunyai makna serta arti yang sangat indah, siapapun orangnya bila mendengar kata “ kebersamaan” pasti tersentuh hatinya, pasti ingin merasakan arti sebuah “ kebersamaan”. Kenapa kebersamaan itu begitu bermakna, karena dengan kebersamaan apapun yang kita dambakan jelas akan terwujud. Sebuah Keluarga yang berjalan diatas kebersamaan insya Allah akan mencapai apa yang di cita-citakan, Negara yang didirikan dan dibangun atas dasar kebersamaan pasti akan tercapai apa yang menjadi tujuannya, jelas dengan adanya sebuah kebersamaan semua yang didambakan oleh manusia akan tercapai, yakinlah tidak ada satupun manusia didunia akan berhasil mencapai tujuannya tanpa adanya kebersamaan. 
      Apapun yang menjadi dasar dari kebersamaan itu baik dilaksanakan secara ikhlas maupun terpaksa, atau dengan tujuan yang bermanfaat. Sebagai contoh seorang pemimpin dalam sebuah kelompok tanpa didukung oleh anggotanya, takkan berhasil memimpin kelompok tersebut, sebuah team olah raga takkan pernah menang tanpa adanya kekompakan bahkan sekelompok orang yang ingin berbuat jahat tidak akan pernah berhasil mencapai tujuan jahatnya bila tanpa adanya kebersamaan. ‘ Jadi dumupa jhon menegaskan membayangkan apalah artinya hidup ini tanpa adanya kebersamaan terutama DAPUWA. Kebersamaan itu adalah sebuah keindahan, kebersamaan itu adalah sebuah kekuatan, kebersamaan itu jalan menuju keberhasilan , kebersamaan itu ……. Marilah kita Bangun INIYA MAKI  sebuah kebersamaan …. Disitu akan kita temukan makna hidup… kebersamaan adalah sebuah kekayaan yang tak akan habis ditelan zaman .. disitu akan kita temukan kekayaan, Hikmah dan keberhasilan…amin…UGATAME INIUWA ENAIMO..


PENDAPAT SAYA  

MEMAHAMI ARTI KEBERSAMAAN

Asal kata kebersamaan adalah ‘sama, bersama’. Sama artinya seragam, sedangkan ‘bersama’ berarti ‘tidak sendiri’. Kebersamaan yang dimaksudkan disini adalah melaksanakan suatu kegiatan atau aktivitas secara bersama (lebih dari satu orang), misalnya : beribadah bersama, bernyanyi bersama, berjalan bersama, menonton bersama, dan lain-lain.
Beberapa alasan mengapa orang ingin melakukan sesuatu secara bersama yakni, (1) berkumpulnya beragam ide, (2) dalam suasana yang baik umumnya memiliki kecenderungan saling mendukung satu dengan yang lain, (3) beberapa hal menjadi ringan dalam kebersamaan, (4) memiliki daya dorong yang kuat dalam beberapa hal, dll.

Kebersamaan yang baik adalah kebersamaan yang terbentuk karena ‘kebutuhan’) bukan dipaksakan. Kebersamaan yang terbentuk karena kebutuhan biasanya lebih mudah mencapai tujuan dibanding bila kebersamaan terbentuk karena dipaksakan, atau memiliki hambatan yang cukup besar dalam upaya pencapaian tujuan.
Kebersamaan yang baik bercirikan Menurt MABIPAI DUMUPA,
(1) ada tenggang rasa,
 (2) ada kekompakan,
(3) ada kepentingan bersama,
 (4) dan umumnya sang pemimpin mengerti betul yang dipimpinnya.
Hal-hal kritis yang sering terdapat dalam kebersamaan biasanya,
 (1) mengorbankan kepentingan pribadi dan mengedepankan kepentingan bersama,
 (2) selalu mengarah pada kemajuan bersama bukan sebaliknya,
(3) adanya arah yang jelas kemana kebersamaan akan dibawa,
(4) dibutuhkan proses untuk lebih memahami kebersamaan, itu berarti diperlukan sejumlah waktu.
Ada bahaya mengintip yang dapat merusak kebersamaan yaitu,
 (1) ingin menang sendiri,
(2) selalu berpikiran negatif terhadap sesama anggota dalam kebersamaan,
 (3) tidak tepat waktu,
(4) mudah mengobral janji tanpa komitmen yang jelas,
 (5) komersialisasi kebersamaan,
 (6) saling menyalahkan,
 (7) saling tuding,
 (8) pamer kekuatan,
 (9) ajang untuk mengembangkan issue yang negatif (issue positif silahkan saja), dan
 (10) kebersamaan kadangkala membuahkan ‘motivasi’ sesaat, begitu kebersamaan berubah menjadi kesendirian, motivasi akan turun lagi.
HAL MENARIK DALAM KEBERSAMAAN
Umumnya, yang membuat orang senang dalam kebersamaan adalah :
 (1) bertemu teman,
 (2) bertukar pengalaman sehingga menambah wawasan,
 (3) dapat belajar mengerti orang lain,
 (4) tidak merasa kesepian,
 (5) lebih termotivasi melakukan sesuatu karena ( harus jujur dikatakan) dalam kebersamaan, apa yang kita kerjakan bisa langsung dinikmati/dinilai oleh orang lain, hal yang mungkin tidak kita dapatkan bila dilakukan sendiri,
 (6) dan lain – lain.
Menyanyi bersama tentu menarik daripada menyanyi sendirian. Melakukan Penelahan Alkitab secara bersama pasti lebih menantang ketimbang melakukannya sendiri. Bersekutu dalam doa dalam suasana kebersamaan sungguh demi Nama ugatame dapat menghangatkan hati dan perasaan. Mendengarkan penceramah berbicara tentunya akan lebih menyenangkan bila yang hadir lebih dari satu orang.

MENGAJAK ORANG LAIN
Ada sebuah cara yang mungkin ‘tokcer’ dalam upaya membangun kebersamaan yakni dengan tidak ragu atau merasa sungkan ‘mengajak’ orang lain bergabung dalam kebersamaan. Seringkali orang tidak tahu ada suatu kebersamaan yang menyenangkan karena ‘tidak diberi tahu’, tidak diajak, atau tidak dibari kebersamaan untuk berpartisipasi.
Berikut ini adalah sebuah contoh langkah-langkah dalam mengajak orang. Pertama, sapalah orang dengan ramah. Lalu amati dengan cepat apa kira-kira yang menjadi ‘keinginan’ dan ‘kemampuan’ orang tersebut. Ini dirasa perlu karena, tidak semua orang merasa ‘welcome’ di situasi yang masih baru dan baginya.

Kedua, segera perkenalkan ‘calon anggota’ tadi kepada sebanyak mungkin orang yang kita kenal. Konkritnya, bila kita mengenal kira-kira 40 (empat puluh) orang, usahakanlah ‘kawan baru dari,’ tadi mengenal orang jawa,Kalimantan,Sulawesi. Dengan begitu, kita sudah mensosialisasikan ‘kawan baru’ kita kepada orang banyak.
Ketiga, ajak segera ‘kawan baru’ kita untuk melihat dari dekat berbagai aktifitas dan berbagai keilmuan dapat yaooo mari bergandengan tangan atau kegiatan di ‘lingkungan baru’ tersebut.
Keempat, beri kesempatan pada ‘kawan baru’ kita untuk bertanya sebanyak mungkin apa yang dilihat dan dirasakan selama merantau di negri orang ‘di lingkungan kampus maupun di luar kampus’.
Kelima, sekali waktu, kawan baru berpikir, seolahterlibat/berpartisipasi dalam kegiatan atau aktifitas yang diperhatikannya (dipelajarinya).
Keenam, secara tidak membabi buta tanyakan apakah kawan baru kita senang berada dalam lingkungan baru yang baru dikenalnya. Jawaban yang mungkin didapat dari pertanyaan tersebut sangat beragam.
Kemungkinan jawaban yang kita terima adalah :
 (1) senang dan mau berpartisipasi, atau
 (2) senang tetapi belum mau berpartisipasi karena berbagai alasan, atau
 (3) kurang senang, tetapi ingin mencoba berpartisipasi, atau
 (4) kurang senang, dan tidak mau berpartisipasi.

BERDOALAH
Yang penting dari semua. Berdoalah untuk  kalau ko tekemu ‘kawan baru’ kita. Sekalipun sang kawan baru kita belum mau bergabung, tetaplah berdoa AYIMANA  KAPOGEIYEI DAAKO (1 Tesalonika 5 : 17).
Roma 12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Efesus 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
BELAJAR DARI ANGSA
Kalau kita tinggal DAPUWA  KITA TINGGAL DAERAH DAPUWA SAJA HEHEHHEH HUJAN SAJA SENDIRI DATANG DAN WANIYAI BOU SENDIRI DATANG, MAKA DUMUPA JHON MENEGASKAN MARI MELANGKAH DI NEGRI ORANG DAPUWA TIDAK AKAN HILANG….
  APABILA KATA-KATA TIDAK MENGENANGKAN TEMAN-TEMAN DAPUWA SAYA MINTAMAAF....ITU PENDAPT SAYA

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar